Breaking News
Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Februari 2023

HATA (Halaqah Ta'dibiyah) Minggu Ke-6, Tema : Surat Al Qadr

SURAT AL QADR
Oleh : Andi Kurniadi, S.E.
Sabtu, 18 Februari 2023


Terjemahan Surat Al Qadr
  1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam qadar.
  2. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
  3. Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.
  4. Pada malam itu turun para malaikat dan Rµh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.
  5. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.
Surat Al Qadr termasuk dalam urutan ke-97 susunan mushaf Al Quran. Surat ini mengandung 5 ayat yang menjelaskan tentang suatu malam yang penuh kemuliaan atau yang kerap disebut dengan Lailatul Qadar.
Surat ini diturunkan di kota Mekah, sebab itu tergolong dalam surat Makkiyah. Dinamakan Al Qadr karena disebut dalam ayat pertama dan kedua yang berarti kemuliaan. Kemuliaan dalam surat ini merujuk pada malam kemuliaan yang lebih baik dari seribu bulan.

Keutamaan surat Al Qadr
Selain menjelaskan keutamaan dari Lailatul Qadar, surat Al Qadr juga mengandung keutamaan bagi pembaca surat Al Qadr yang akan diberi pahala sama dengan yang berpuasa. Hal ini dapat disimak dalam salah satu hadits Rasulululah yang berbunyi,
"Barang siapa membaca surat Al Qadr, ia akan diberi pahala sama dengan orang yang berpuasa dan menghidupkan malam Qadr (tidak tidur sepanjang malam dan mengisinya dengan ibadah dan amal shalih)," (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5: 613)
Selain itu, melansir tulisan Syaikh Abbas Al Qummi dalam buku Mafatih Al Jinan Jilid 1 Bahasa Indonesia, sahabat Nabi SAW, Abu Bakar as-Shiddiq juga menyebutkan keutamaan bagi yang membaca surat Al Qadr dalam sholat fardhu 5 waktu,
"Dari Abu Bakar as-Shadiq RA, ia bersabda, siapa yang membaca surat Al Qadr dalam sholat wajibnya, seorang penyeru (malaikat) akan menyeru, 'Wahai hamba Allah, Allah telah mengampuni (dosamu) yang telah lalu maka pergiatlah beramal,'"
Adapun Imam As-Suyuthi dalam bukunya Ababun Nuzul menjelaskan asbabun nuzul atau sebab turunnya surat Al Qadr. Turunnya ayat-ayat surat Al Qadr terjadi saat Rasulullah SAW bermimpi melihat Bani Umayah yang berada di atas mimbar dan melakukan perbuatan yang tidak baik. Pendapat ini merujuk pada riwayat At-Tirmidzi, al-Hakim, dan Ibnu Jarir yang meriwayatkan dari al-Hasan bin Ali.

Keutamaan Lailatul Qadr
Tafsir Tahlili Kementerian Agama (Kemenag) menerangkan pada Surat Al-Qadr ayat 2-5, Allah SWT terangkan mengenai keistimewaan malam al-Qadr.
Yang mana malam itu memancarkan cahaya hidayah sebagai permulaan syariat dan ajaran Islam. Dengan diturunkannya Al-Qur'an pula sebagai petunjuk kebahagiaan abadi. Seluruh keutamaan yang dimiliki malam ini menjadikannya mulia, serta kemuliannya hanya Allah SWT yang tahu.
Karena kehebatannya itulah lailatul qadr diibaratkan lebih utama dari 1000 bulan. Makna seribu bulan di sini bermaksud konotatif. Sehingga maksudnya adalah, ibadah para hamba yang dilaksanakan pada malam tersebut berupa kemuliaan dan ganjaran yang lebih baik dari amalan yang dikerjakan selama tak terhingga waktunya.
Keistimewaan lain yang dimiliki lailatul qadr yaitu turunnya para malaikat termasuk malaikat Jibril ke bumi dengan izin Allah SWT. M. Quraish Shihab dalam tafsirnya menguraikan maksud turunnya malaikat, mungkin saja memang mengatur urusan makhluk-makhluk-Nya, atau juga membawa kedamaian dari apa yang dikhawatirkan.
Diartikan pula bahwa para malaikat turun untuk mendoakan setiap hamba Allah SWT yang ditemuinya pada malam al-Qadr, sehingga orang tersebut terbebas dari kekurangan lahir dan batin, serta mendapat ketentraman hati.
Read more ...

Minggu, 12 Februari 2023

HATA (Halaqah Ta'dibiyah) Minggu Ke-5, Tema : Surat Al Alaq


SURAT AL ALAQ
Oleh : Agus Nurhidayat, S.Pd.
Sabtu, 11 Februari 2023


Terjemahan Surat Al Alaq

  1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,
  2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
  3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia,
  4. Yang mengajar (manusia) dengan pena.
  5. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.
  6. Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas,
  7. apabila melihat dirinya serba cukup.
  8. Sungguh, hanya kepada Tuhanmulah tempat kembali(mu).
  9. Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang?
  10. seorang hamba ketika dia melaksanakan shalat
  11. bagaimana pendapatmu jika dia (yang dilarang shalat itu) berada di atas kebenaran (petunjuk),
  12. atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?
  13. Bagaimana pendapatmu jika dia (yang melarang) itu mendustakan dan berpaling?
  14. Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)?
  15. Sekali-kali tidak! Sungguh, jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (ke dalam neraka),
  16. (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan dan durhaka.
  17. Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya),
  18. Kelak Kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah, (penyiksa orang-orang yang berdosa),
  19. sekali-kali tidak! Janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah serta dekatkanlah (dirimu kepada Allah).

Surat Al-Alaq adalah surat Makkiyah yang terdiri atas 19 ayat. Dinamakan Al-Alaq, sebab surat ini menjelaskan sisi kelemahan manusia dan kuasa sang penciptanya. Surat Al-Alaq diturunkan pada 17 Ramadan ketika Alquran pertama kali turun. Saat itu juga Rasulullah sedang berada di Gua Hira sekitar Mekah.
Kemudian Jibril membawa wahyu sambil datang kepada Rasulullah seraya mengucap iqra (bacalah) sebanyak tiga kali tiap kali memeluk beliau. Jibril pun membacakan Al-Alaq dari ayat 1-5, sebagai wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW bahwa beliau diangkat menjadi Nabi terakhir.Dari kisah tersebut, para ulama berpendapat bahwa wahyu dari Allah yang pertama kali turun pada masa kenabian yaitu surat Al-Alaq dan terdiri atas lima ayat.

Keutamaan dan Faedah Surat Al-Alaq
Dihimpun dari buku Tadabur Al-Quran yang ditulis Syaikh Adil Muhammad Khalil (2018), berikut keutamaan dan faedah dalam surat Al-Alaq.

  1. Keutamaan pertama yaitu surat Al-Alaq diturunkan saat bulan Ramadan bersamaan dengan turunnya Alquran.
  2. Surat Al-Alaq adalah wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad sebagai tanda bahwa beliau istimewa dari Nabi lainnya, karena diutus langsung oleh Allah menjadi Nabi terakhir.
  3. Nabi Muhammad SAW bersabda: "Barang siapa yang membaca surat ini (Al-Alaq), maka Allah mencatatnya pahala seperti pahala orang yang membaca surat-surat Al-Mufashshal. Ia juga memperoleh pahala seperti pahala orang-orang yang mengayunkan pedangnya di jalan Allah. Dan barangsiapa yang membacanya, sedangkan ia menaiki kapal, maka Allah akan memberinya keselamatan dari tenggelam." (Tafsir Al Burhan, Juz 8:322).
  4. Faedah utama surat Al-Alaq memerintahkan kepada setiap umat Rasul untuk Iqra (bacalah). Sebab pengikut Rasul ini adalah golongan umat yang mau membaca untuk mendapat ilmu.
  5. Kemudian terdapat wasilah dalam meraih ilmu sebagaimana tertulis dalam ayat 1-4. Ilmu merupakan bentuk karunia dari Allah sehingga manusia bisa mengetahui keberadaannya.
  6. Faedah lain dalam surat Al-Alaq yaitu mengingatkan kita untuk tidak melakukan hal yang melampaui batas, sehingga tidak menyesatkan diri sendiri ketika di akhirat.

Read more ...

Minggu, 05 Februari 2023

HATA (Halaqah Ta'dibiyah) Minggu Ke-4, Tema : Surat At Tin

 SURAT AT TIN
Oleh : Dede Muhammad Ilcham
Sabtu, 4 Februari 2023


Terjemahan Surat At Tin

  1. Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun,
  2. dan demi bukit Sinai,
  3. dan demi kota (Mekah) ini yang aman,
  4. sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.
  5. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),
  6. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.
  7. Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu?
  8. Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?

Surat At-Tin adalah surat Makkiyah artinya surat ini diturunkan di Kota Mekkah dan diturunkan setelah surat Al Buruj. Surat At-Tin berisi mengenai teguran keras yang ditujukan pada umat manusia sebagai salah satu makhluk ciptaan Allah yang paling istimewa dan melampaui ciptaan-Nya yang lain.

Nama At Tin diambil dari kata At Tin yang terdapat dalam ayat pertama surat ini. Menurut Tafsir Al-Munir karya Wahbah az-Zuhaili, dinamakan surat At Tin karena Allah SWT bersumpah dalam permulaan surat ini dengan At Tin dan Zaitun. Keduanya mempunyai kebaikan dan keberkahan serta kemanfaatan.

M. Khalilurrahman Al Mahfani dalam bukunya Juz Amma Tajwid Berwarna & Terjemahannya menjelaskan, sebagian ahli tafsir menafsirkan maksud Tin pada ayat tersebut adalah tempat tinggal Nabi Nuh AS, yaitu Damaskus yang banyak tumbuh pohon Tin, sedangkan Zaitun adalah Baitul Maqdis yang banyak tumbuh Zaitun.

Surat At-Tin adalah surat ke-95 di Alquran yang artinya adalah buah Tin. Surat At-Tin memiliki delapan ayat yang berisi tentang penjelasan manfaat dari buah Tin serta nilai manusia serta kemuliaan manusia karena agama yang mereka peluk. Selain itu, surat At-Tin juga menjelaskan bagaimana rendahnya manusia serta kehinaan manusia jika manusia meninggalkan agamanya.

Dalam surat At-Tin, Allah juga menjelaskan fungsi dari qasam atau sumpah sebagai alat untuk mengungkap kebenaran. Contohnya dalam surat At-Tin ditunjukan fungsi qasam Allah untuk mengungkapkan sumpah-Nya dengan memberikan argumentasi mengenai kebenaran dari ucapan tersebut.

Dalam surat At-Tin ini pula, Allah bersumpah atas empat hal di antaranya adalah 1) demi buah tin, 2) demi buah zaitun, 3) demi bukit Sinai, 4) demi kota Mekkah yang aman.

Dari keempat sumpah yang disebutkan dalam surat At-Tin tersebut, menjadi saksi akan penciptaan umat manusia yang diberi tugas sebagai khalifah di bumi.

Oleh karena itu, manusia perlu menjalani aktivitas sehari-hari dengan mengharapkan ridho dari Allah agar mendapatkan berkah. Surat At-Tin memiliki delapan ayat di dalamnya. Berikut ayat surat At-Tin, Arab, latin disertai terjemahannya.

Kandungan Surat At Tin

Menurut Tafsir Al Munir, surat At Tin mengandung penjelasan tiga hal yang berkaitan dengan manusia dan akidahnya. Surat Makkiyah ini memuliakan manusia, sebab Allah SWT telah menciptakan manusia dalam bentuk yang paling bagus; seimbang badannya, rata anggota tubuhnya dan bagus susunannya. Dia berfirman:

"Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun, dan demi bukit Sinai, dan demi kota (Mekkah) ini yang aman, sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya." (At Tin: 1-4).

Kemudian, surat At Tin menjelaskan tentang penurunan manusia ke dalam neraka Jahannam karena kekufuran mereka kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW, serta hari kebangkitan. Keingkaran manusia ini tetap terjadi meskipun telah terdapat banyak dalil kuat yang menjelaskan penciptaan manusia ini. Allah SWT berfirman:

"Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka)," (At Tin: 5).

Akan tetapi, ada pengecualian bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, sebagaimana firman-Nya:

"Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya," (At Tin: 6).

Lebih lanjut Prof Wahbah az-Zuhaili dalam tafsirnya menjelaskan, surat At Tin juga menjelaskan mengenai prinsip keadilan mutlak dalam memberikan pahala bagi orang-orang Mukmin dan menyiksa orang-orang kafir. Allah SWT berfirman:

"Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu? Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?" (At Tin: 7-8).


Read more ...

Senin, 30 Januari 2023

HATA (Halaqah Ta'dibiyah) Minggu Ke-3, Tema : Surat Al-Insyira

  SURAT AL-INSYIRA
Oleh : Mira Karmila, S.Pd.I.
Sabtu, 28 Januari 2023


Terjemahan Surat Al Insyirah

  1. Bukankah kami Telah melapangkan untukmu dadamu?
  2. Dan kami Telah menghilangkan daripadamu bebanmu
  3. Yang memberatkan punggungmu?
  4. Dan kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu
  5. Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan
  6. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan
  7. Maka apabila kamu Telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain
  8. Dan Hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

Mira Karmila, S.Pd.I.
Surat Al Insyirah adalah surat ke-94 dalam Al-Quran. Surat ini terdiri dari 8 ayat dan termasuk ke dalam golongan surat Makkiyah. Surat Al Insyirah dikenal juga dengan nama Alam Nasyrah dan surat Asy-Syarh (lapang). 

Dalam buku Meraih Cinta Ilahi karya Jalaluddin Rakhmat menyebut bahwa di dalam surat Al Insyirah, Allah memberikan kelapangan dada kepada Rasulullah untuk menanggung beban berat itu sampai Allah melepaskannya.

Melansir dalam buku Kedahsyatan Membaca Al-Quran karya Amirulloh Syarbini dan Sumantri Jamhari, surat Al Insyirah mempertegas kewajiban kita untuk senantiasa mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan.

Kandungan surat ini membangun pemikiran manusia untuk selalu optimis dalam menghadapi ujian dari Allah. Disebutkan juga dalam sumber yang sama, ayat ini merubah paradigma berfikir manusia yang meyakini bahwa "Dalam Satu Kesulitan Terdapat Satu Jalan Keluar" menjadi paradigma berfikir yang meyakini bahwa "Di Balik Satu Kesulitan Ada Banyak Jalan Keluar." Itulah spirit inna ma'al 'usri yusra (sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan) yang terdapat dalam surat Al Insyirah.

Dalam buku Dahsyatnya Doa Para Nabi oleh Syamsuddin Noor, S.Ag disebutkan surat Al Insyirah menjadi doa, sebagaimana diterangkan oleh Rasulullah SAW antara lain:
  1. Allah SWT akan memudahkan segala urusannya.
  2. Allah SWT akan menghilangkan segala duka citanya
  3. Allah SWT akan memudahkan rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka.

Surat Al Insyirah bisa diamalkan setiap selesai salat fardhu, bagi orang yang ingin dilapangkan dadanya, cerdas pemikirannya, lepas dari segala kesulitan, hilang rasa malas dalam ketaatan kepada Allah SWT.

 

Makna Surat Al Insyirah

Surat Al Insyirah artinya melapangkan. Dalam surat Al Insyirah atau lam Nasyrah ini Allah SWT memotivasi moral dan perjuangan Nabi Muhammad SAW selaku manusia sempurna.

Bahkan tak kalah mengejutkan, makna dalam surat Al Insyirah memiliki keterkaitan dengan surat At Tiin, surat ke-95 dalam Alquran.

Karena makna dalam surat At Tiin, diterangkan bahwa manusia itu adalah makhluk Allah yang mempunyai kesanggupan, baik lahir maupun batin.

Nabi Muhammad SAW dibangkitkan semangat dan motivasinya agar tak lagi bersedih. Hal ini pula bagi umat Islam, agar tak lagi pesimis. Setiap orang terlahir sebagai manusia yang sempurna.

 

Kandungan Surat Al Insyirah

Selain memahami bacaan surat Al Insyirah dan terjemahannya, alangkah baiknya kita juga mengetahui kandungan dalam surat yang diturunkan di Mekkah ini.

Melansir dari Liputan6 yang dikutip dari buku AT Tadzkir: Metode Menghafal Juz'Amma, surat Al Insyirah artinya memiliki beberapa pokok isi kandungan. Salah satunya kenikmatan dan kemudahan dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW.

Dengan hilangnya kesedihan, kesempitan dan kesusahan dari beliau serta apa yang berkenaan dengan hal itu. Selanjutnya, menghilangkan bencana, serta adanya sebuah kabar gembira atas kemenangan yang sudah dekat.

Ditambah lagi, kandungan dalam surat Al Insyirah tersebut juga berisi perintah agar Rasulullah SAW beribadah sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat, serta bertawakal hanya mengharap ridho Allah SWT.

Sehingga, dapat dikatakan bahwa di dalam kesulitan, pasti akan disertai dengan kemudahan. Hal tersebut sejalan dengan perjuangan Nabi Muhammad SAW yang menghadapi penolakan keras dari kaum musyrikin, tapi akhirnya diberikan kenikmatan yaitu sebuah kemenangan.

Surat Al Insyirah ini juga mengandung pengingat bagi umat muslim, bahwa setiap kesulitan pasti ada kemudahan tapi harus didampingi dengan usaha.

Selain itu, jangan pernah berhenti untuk terus bekerja keras. Diiringi pula dengan berharap atas ridho dan kebaikan dari usaha tersebut hanya kepada Allah SWT.

 

Manfaat dan Keutamaan Surat Al-Insyirah

Seperti surah-surah dalam Al Quran lainnya, surah Al-Insyirah juga mengandung beberapa manfaat dan keutamaan ketika diamalkan oleh seorang mukmin dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Mendapatkan kelapangan dalam hidup
  2. Mendapatkan kemudahan dalam mencari rezeki
  3. Mendapatkan kelapangan hati

Read more ...

Senin, 23 Januari 2023

HATA (Halaqah Ta'dibiyah) Minggu Ke-2, Tema : Surat Ad Dhuha

 SURAT AD DHUHA
Oleh : Heri Kosasih, M.Pd.
Sabtu, 21 Januari 2023



Surat Ad Dhuha adalah surat ke-93 dalam Al-Qur'an yang terdiri dari 11 ayat. Surat ini diturunkan di Kota Mekkah dan tergolong surat Makkiyah.

Basharat Ahmad mengatakan dalam Anwarul Qur'an, surat Ad Dhuha menaruh perhatian terhadap tersiarnya cahaya matahari Islam secara berangsung-angsur. Sehingga, surat ini dinamakan Ad Dhuha yang artinya 'terangnya waktu siang'.

Terjemahan Surah ad Dhuha

  1. Demi waktu duha (ketika matahari naik sepenggalah),
  2. dan demi malam apabila telah sunyi,
  3. Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu,
  4. dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu dari yang permulaan.
  5. Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas.
  6. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu),
  7. dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk,
  8. dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.
  9. Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.
  10. Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardik(nya).
  11. Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).

Tafsir Surat Ad Dhuha

Disebutkan dalam Tafsir Al Azhar, Allah SWT bersumpah atas dua ciptaan-Nya dalam surat Ad Dhuha ini, yakni waktu dhuha dan waktu malam.

Artinya: "Demi waktu dhuha dan demi waktu malam apabila telah sunyi," (Ad Dhuha : 1-2).

Imam As-Suyuthi mengatakan dalam Asbabun Nuzul, sebab turunnya ayat tersebut berkenaan dengan perkataan orang musyrik kepada Rasulullah SAW yang kala itu beliau SAW tengah sakit dan tidak bisa melaksanakan sholat malam. Hal ini merujuk pada sebuah riwayat Asy-Syaikhani dan lainnya.

Dari Jundub, ia berkata, "Nabi SAW mengeluh sakit sehingga tidak bisa melaksanakan sholat malam selama satu atau dua malam. Lantas datangnya seorang wanita dan berkata, 'Wahai Muhammad, aku lihat setanmu telah meninggalkanmu.' Allah pun menurunkan firman-Nya, 'Demi waktu dhuha dan demi malam apabila telah sunyi, Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu.' (Ad Dhuha: 1-3)."

Sementara itu, Said bin Manshur dan al-Firyabi meriwayatkan dari Jundub, ia berkata, "Jibril terlambat datang kepada Nabi SAW, sehingga orang-orang musyrikin berkata, 'Dia telah meninggalkan Muhammad.'" Latas turunlah ayat tersebut.

Al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan, "Kisah terlambatnya turun Jibril disebabkan anak anjing adalah populer. Hanya saja jika ini menjadi sebab turunnya ayat maka merupakan suatu yang aneh, bahkan asing dan ditolak berdasarkan keterangan yang shahih."

Selanjutnya pada surat Ad Dhuha ayat 4, seperti dijelaskan dalam Tafsir Kementerian Agama (Kemenag) RI, Allah SWT mengungkapkan sesuatu yang melapangkan dada Nabi SAW dan menenteramkan jiwanya. Dijelaskan bahwa keadaan dalam kehidupan Nabi SAW di hari-hari mendatang akan lebih baik dibandingkan dengan hari-hari yang telah lalu.

Kebesarannya akan bertambah dan namanya akan lebih dikenal. Allah akan selalu membimbingnya untuk mencapai kemuliaan dan untuk menuju kepada kebesaran.

Janji Allah kepada Nabi Muhammad terus terbukti karena sejak itu nama Nabi saw semakin terkenal, kedudukannya semakin bertambah kuat, sehingga mencapai tingkat yang tidak pernah dicapai oleh para rasul sebelumnya. Demikian penjelasan tafsir tersebut.

Pada ayat 5, Allah SWT menyampaikan berita gembira kepada Rasulullah SAW bahwa Dia akan terus melimpahkan anugerah-Nya kepada beliau, sehingga beliau menjadi senang dan bahagia. Di antara pemberiannya itu adalah turunnya wahyu (Al-Qur'an) secara berangsur-angsur sebagai petunjuk bagi Nabi SAW dan umatnya.

Kemudian, pada ayat 6, Allah SWT mengingatkan nikmat yang pernah diterima Nabi Muhammad SAW dengan mengatakan, "Bukankah engkau hai Muhammad seorang anak yatim, tidak mempunyai ayah yang bertanggung jawab atas pendidikanmu, menanggulangi kepentingan serta membimbingmu, tetapi Aku telah menjaga, melindungi, dan membimbingmu serta menjauhkanmu dari dosa-dosa perilaku orang-orang Jahiliah dan keburukan mereka, sehingga engkau memperoleh julukan manusia sempurna."

Selain itu, Dia juga mengingatkan keadaan Nabi Muhammad SAW yang lainnya, seperti tidak mengerti tentang syariat dan tidak mengetahui tentang Al-Qur'an, kemudian Allah memberikan petunjuk kepadanya. Hal ini diterangkan dalam ayat 7.

Allah SWT juga menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah seorang yang miskin. Kemudian Dia memberinya harta benda berupa keuntungan yang amat besar dari istrinya Khadijah, baik harta yang diperdagangkan maupun yang digunakan untuk dakwah. Sebagaimana firman-Nya dalam ayat 8.

Lalu, pada ayat 9, sesudah mengingatkan tentang bermacam-macam nikmat yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW, Allah SWT kemudian meminta Nabi-Nya agar mensyukuri nikmat-nikmat tersebut serta tidak menghina anak-anak yatim dan mengambil haknya.

Selain itu, dalam ayat 10, Allah SWT memerintahkan kepada Nabi Muhammad SAW agar orang-orang yang meminta sesuatu kepadanya jangan ditolak dengan kasar dan dibentak. Malah sebaliknya agar diberi sesuatu atau ditolak secara halus.

Allah SWT mengakhiri surat Ad Dhuha ini dengan menegaskan kembali kepada Nabi Muhammad SAW agar memperbanyak pemberiannya kepada orang-orang fakir dan miskin serta mensyukuri, menyebut, dan mengingat nikmat-Nya.

Read more ...

Kamis, 19 Januari 2023

Rabu, 18 Januari 2023

HATA (Halaqah Ta'dibiyah) Minggu Ke-I, Tema : ADAB MEMBACA AL-QUR’AN SEBELUM, KETIKA, DAN SESUDAH

ADAB MEMBACA AL-QUR’AN SEBELUM, KETIKA, DAN SESUDAH
Oleh : Dr. Insan Nulyaman, M.Pd.I.
Sabtu, 14 Januari 2023

 

Al-Quran ialah kitab suci dan pedoman bagi umat muslim di dunia. Kitab suci ini diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril. Dalam isi kandungan Al-Quran banyak sekali manfaat dan hikmah bagi kita yang mengamalkan di dunia dan akan menjadi penolong di akhirat kelak. Oleh karena itu, kita sebagai umat muslim harus membaca Al-Quran dengan tartil dan diikuti sesuai adab yang benar agar kita dapat merasakan ketenangan hati serta ketentraman jiwa ketika membaca Al-Quran. Membaca Al-Quran juga mendapatkan pahala untuk kita.

“Bacalah Al-Quran, sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat memberi syafaat kepada para pembacanya.” (HR. Imam Muslim).

Dalam membaca Al-Quran ada adab-adab yang harus dilaksanakan. Menurut Dr. Insan Nulyaman, M.Pd.I. (Ketua Umum DPD BKPRMI) adab-adab membaca Al-Quran ada tiga pembagian yaitu:


1.    Adab Sebelum Membaca Al-Quran

Sebelum membaca Al-Quran, kita sebagai umat muslim harus mensucikan diri terlebih dahulu maksudnya bersih dari hadas kecil maupun besar dan sudah dalam keadaan berwudhu, lalu niatkan untuk ibadah kepada Allah SWT, menghadap kiblat, tempat membacanya tidak najis, menutup aurat, dan membaca ta'awuz.

Dan bila kamu akan membaca Al-Quran maka mintalah perlindungan kepada Allah dari (godaan-godaan) syaithan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl : 98)

Ilustrasi 2 Sedang Membaca Al-Quran
Ilustrasi 1 Sedang Membaca Al-Quran






2.    Adab Ketika Membaca Al-Quran

Ketika sedang membaca Al-Quran hendaknya kita memenuhi beberapa hal meliputi; bacalah secara perlahan dengan memperhatikan tajwid serta makhrab yang jelas dan benar, membaca dengan khusyuk, membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan lantang.

“… atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al-Quran itu dengan perlahan-lahan”. (QS. Al-Muzammil : 4)


3.    Adab Sesudah Membaca Al-Quran

Sesudah membaca Al-Quran kita diharapkan bisa mengamalkan isi kandungan Al-Quran, meneladani akhlak Rasul sesuai Al-Quran, muhasabah diri, dan berpegang teguh terhadap Al-Quran.

Nah, dengan kita membaca Al-Quran sesuai adab-adabnya dan diharapkan bisa mengamalkan dikehidupan sehari-hari semoga kita bisa selalu istiqomah. Insyaa Allah, kelak Al-Quran menemani kita dan bersaksi kepada malaikat di alam kubur nanti. Wallahu a'lam bish-shawabi.


Read more ...
Designed By HK 2023