Pembentukannya dilatar
belakangi sebagai berikut :
· Sebagai
reaksi terhadap gejala sosial yang berkembang di tanah air seperti konsep
pembangunan nasional yang dinilai cenderung berorientasi pada pembentukan
masyarakat sekuler, depolitisasi organisasi kepemudaan melalui konsep NKK dan
BKK, isu kristenisasi dan pemahaman keagamaan berlangsung secara dinamis yang
menimbulkan polemik antara paham tradisional dan paham modernis.
· Isu
kebangkitan Islam Abad XV Hijriyah yang ditandai dengan kesemarakan kegiatan
keagamaan, pencerahan pemahaman keagamaan melalui kajian-kajian dalam berbagai
bentuknya, kuatnya dorongan untuk membangun Ukhuwah Islamiyah dan Negara.
Tumbuhnya kesadaran
beragama di kalangan muda Islam telah mendorong untuk mempelajari sekaligus
untuk memperjuangkan Islam sebagai sebuah kebenaran mutlak.
· Tumbuh
kembangnya kajian-kajian Islam]] di berbagai belahan dunia di satu sisi dan di
sisi lain semakin kuatnya semangat Generasi Muda Islam Indonesia untuk
memantapkan posisi dan citra Indonesia tidak hanya sebagai pemeluk Islam
terbesar di dunia, tetapi luk Islam terbesar di dunia, tetapi juga sebagai
pusat syiar dan peradaban Islam.
· Munculnya
gerakan ummat Islam di seluruh dunia untuk kembali ke Masjid sebagai basis
perjuangannya, di mana Masjid sebagai Lembaga dan Pranata, Masjid sebagai
Baitullah dan Masjid sebagai milik Ummat, memberikan nuansa dan marwah BKPRMI
sebagai alat perekat/katalisator Pemuda Remaja Islam, Ideologi dan emosi
keagamaan sebagai motivasi instrinsik dalam memacu semangat juang “Tahan
Banting”. independen dan sebagai Kader Ummat dan sekaligus sebagai Kader
Bangsa.
Rapat pembentukan dan
pelantikan pengurus BKPMI periode I itu di lakukan di Masjid Istiqomah Bandung.
Pada saat pelantikan pengurus tersebut, hadir beberapa tokoh pemuda Masjid dari
Jakarta, Yogyakarta, dan Semarang.
Mengingat Pengurus
Periode I ini berkedudukan di Bandung, maka Sekretariat BKPMI pertama kali
terletak di Bandung, yakni di Gedung Sekretariat Majelis Ulama Indonesia, Jawa
Barat. Kemudian berpindah mengikuti sekretariat MUI Pusat. Tahun 1986 di Masjid
AL-Azhar, Jakarta, dan mulai tahun 1989 sampai sekarang di Masjid Istiqlal.
Prestasi
Salah satu prestasi
BKPMI adalah di canangkannya pembentukan Taman Kanak-kanak Al-Qur’an (TKA)
sebagai program nasional BKPMI dalam Musyawarah Nasional V BKPMI di Masjid
Al-Falah Surabaya tahun 1989. Dalam MUNAS V ini, hadir memberi pengarahan
beberapa pejabat tinggi negara, seperti Menteri Agama (Prof. DR. H. Munawir
Sadzali) dan Menteri Penerangan (H. Harmoko). Program TKA ini kemudian
dilanjutkan dengan pembentukan Lembaga Pembinaan dan pengembangan TKA (LPPTKA)
BKPMI dalam rapat pleno DPP BKPMI di Jakarta.
Dari
BKPMI Ke BKPRMI
Perubahan dari Badan
Komunikasi Pemuda Masjid Indonesia (BKPMI) ke Badan Komunikasi Pemuda Remaja
Masjid Indonesia (BKPRMI) dilakukan dalam Musyawarah Nasional VI tahun 1993 di
Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, bersamaan dengan bergabungnya Forum Silaturahmi
Remaja Masjid (FOSIRAMA) di bawah pimpinan DR. H. Idrus Marham, M.A. (Ketua
Umum DPP BKPRMI yang lalu).
Bersamaan dengan
perubahan nama organisasi, dalam MUNAS VI ini pula di sepakati, bahwa BKPRMI
merupakan lembaga otonom dari organisasi Dewan Mesjid Indonesia (DMI). Selain
itu, di bawah pengurus BKPRMI terbentuk beberapa Lembaga Pembinaan dan
Pengembangan, seperti Da’wah dan Pengkajian Islam (LPP-DPI), Sumber Daya
Manusia (LPP-SDM), Ekonomi Koperasi (LPP-EKOP), Dan Keluarga Sejahtera
(LPP-KS). Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Ketahanan Santri (LKS), terbentuk
dalam suatu rapat pleno DPP pasca MUNAS VI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar