![]() |
Ustadz Kohar |
Guru dalam khazanah Arab atau Islam, memiliki banyak istilah
yang berbeda-beda, yaitu: Mudarris, Mu’allim, Muaddib, Musyrif, Murabbi,
Mursyid, dan Ustadz. Masing-masing istilah memiliki makna tersendiri.
- Mudarris artinya guru, tetapi lebih spesifik: Orang yang menyampaikan dirasah atau pelajaran. Siapa saja yang menyampaikan pelajaran di hadapan murid-murid, dia adalah Mudarris.
- Mu’allim artinya guru juga, tetapi lebih spesifik: Orang yang berusaha menjadikan murid-muridnya tahu, setelah sebelumnya mereka belum tahu. Tugas Mu’allim itu melakukan transformasi pengetahuan, sehingga muridnya menjadi tahu.
- Muaddib atau Musyrif, artinya juga guru, tetapi lebih spesifik: Orang yang mengajarkan adab (etika dan moral), sehingga murid-muridnya menjadi lebih beradab atau mulia (syarif). Penekanannya lebih pada pendidikan akhlak, atau pendidikan karakter mulia.
- Murabbi artinya sama, yaitu guru, tetapi lebih spesifik: Orang yang mendidik manusia sedemikian rupa, dengan ilmu dan akhlak, agar menjadi lebih berilmu, lebih berakhlak, dan lebih berdaya. Orientasinya memperbaiki kualitas kepribadian murid-muridnya, melalui proses belajar-mengajar secara intens. Murabbi itu bisa diumpamakan seperti petani yang menanam benih, memelihara tanaman baik-baik, sampai memetik hasilnya.
- Mursyid artinya juga guru, tetapi skalanya lebih luas dari Murabbi. Kalau Murabbi cenderung privasi, terbatas jumlah muridnya, maka Musyrid lebih luas dari itu. Mursyid dalam terminologi shufi bisa memiliki sangat banyak murid-murid.
- Ustadz secara umum diartikan sebagai Guru atau pendidik. Secara dasar, ustadz memang artinya guru. Tetapi guru yang istimewa. Ia adalah seorang Mudarris, karena mengajarkan pelajaran. Ia seorang Mu’addib, karena juga mendidik manusia agar lebih beradab (berakhlak). Dia seorang Mu’allim, karena bertanggung-jawab melalukan transformasi ilmiah (menjadikan murid-muridnya tahu, setelah sebelumnya tidak tahu). Dan dia sekaligus seorang Murabbi, yaitu pendidik yang komplit. Jadi, seorang ustadz itu memiliki kapasitas ilmu, akhlak, terlibat dalam proses pembinaan, serta keteladanan.
Dalam istilah Arab modern, kalau Anda menemukan ada istilah
“Al Ustadz Ad Duktur” di depan nama seseorang, itu sama dengan “Profesor
Doktor”. Jadi Al Ustadz itu sebenarnya padanan untuk Profesor. Kalau tidak
percaya, coba tanyakan kepada para ahli-ahli Islam yang pernah kuliah di Timur
Tengah, apa pengertian “Al Ustadz Ad Duktur”?
Sejujurnya, istilah Ustadz itu dalam tataran ilmu, berada
satu tingkat di bawah istilah Ulama atau Syaikh. Kalau seseorang disebut
Ustadz, dia itu sebenarnya ulama atau mendekati derajat ulama. Contoh, seperti
sebutan Ustadz Abdul Somad, Ustadz Adi Hidayat, Ustadz Yusuf Mansur dan
lain-lain. Istilah Ustadz itu tidak sesederhana yang kita bayangkan. Di
dalamnya terkandung makna ilmu, pengajaran, akhlak, dan keteladanan. (Ustadz Kohar)
MasyaAllah Ustadz Kohar, mantap. haturnuhun ilmunya
BalasHapus